Kamis, 01 Desember 2011

Menjadi Remaja Kreatif dan Percaya Diri

 

Kreatif, sebuah kata sederhana namun penerapannya tidak sesederhana kedengarannya. Banyak orang yang ingin menjadi kreatif, namun tidak tahu harus memulai kreatifitas dari mana. Anak kreatif identik dengan anak cerdas. Karena biasanya anak kreatif selalu mencari sesuatu yang berbeda dari yang kebanyakan dan memberikan nilai tambah. Dunia dengan segala perubahan yang terjadi di dalamnya menuntut kita untuk senantiasa berpikir kreatif. Setiap hari kita berhadapan dengan masalah. Untuk mengatasi permasalahan inilah perlu berpikir kreatif. Nah, bagaimana caranya agar kreatif?
Berpikir kreatif bukan suatu bakat, melainkan suatu yang perlu digali. Setiap orang berpotensi menjadi kreatif, tergantung kemauan, usaha dan kerja kerasnya. Seorang anak yang berumur belasan tahun kadang bisa menjadi lebih kreatif dari pada orang tuanya. Anak kreatif ditandai dengan selalu mencari cara untuk melahirkan ide yang berbeda. Dalam praktek di lapangan, anak kreatif biasanya berasal dari keluarga yang terbuka akan suatu pembaharuan, tersedia fasilitas yang dibutuhkan dan diberi kepercayaan jika mereka mampu menggali ide tersebut. Karena tidak jarang banyak orang tua yang justru meremehkan kemampuan dari si anak, sehingga kepercayaan diri  menjadi menurun. Orang kreatif adalah mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, karena dengan kepercayaan diri yang tinggi itulah mereka semakin bisa mengembangkan ide-ide yang ada. Sudah siap untuk menjadi kreatif?

By: Anissaul Farohah


Wujudkan Gank Remaja yang Kreatif & Inspiratif

21 November 2011
Ingin diakui, adalah kata yang sering diidentikkan dengan remaja. Saat memasuki fase remaja, anak jadi lebih aktif untuk mencari tau siapa dirinya, membentuk dirinya, serta ingin diakui eksistensinya. Eksploratif dan ekspresif, kata kuncinya. Dan dewasa ini, remaja semakin mudah untuk bereksplorasi dan menampilkan siapa dirinya di jejaring sosial dan dunia digital.

Karena itulah, tak jarang kita lihat banyak remaja yang "sukses" menyedot perhatian banyak khalayak lewat aksinya di internet. Mulai dari unjuk gigi kebolehan berjoget, menyanyi, hingga menampilkan kreativitasnya di dunia fashion.

Senada dengan hasil focus group discussion yang baru-baru ini dilaksanakan POND's, mereka mengungkapkan bahwa musik dan fashion merupakan dua bidang yang paling digemari ramaja saat ini. Selain itu, disebutkan bahwa kebanyakan dari mereka seringnya memiliki kelompok pertemanan atau biasa dikenal dengan istilah "gang" sesuai dengan aktivitas atau hobinya.

Sekalipun istilah gang seringkali terdengar negatif, namun lewat kampanye POND's Make It Happen, stigma destruktif ini akan segera dihapuskan. "POND's akan mewadahi aksi-aksi positif orang muda, khususnya perempuan Indonesia beserta gang mereka untuk tampil percaya diri dalam mewujudkan impian dan berkarya sesuai bakat mereka di bidang musik dan fashion," ungkap Senior Brand Manager POND's Arief Tjakraamidjaja dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Kamis (18/11) silam.

Mempertegas mengenai hasil riset tersebut, Ratih Ibrahim, psikolog menjelaskan, "Kebanyakan orang muda biasanya mencari tempat di antara teman lain seusianya atau peer group influence guna mengukuhkan eksistensi dirinya. Penerimaan atas dirinya di antara sebayanya ini akan menentukan identitas diri seseorang. Itulah sebabnya pergaulan dengan teman sebaya akan menjadi penting untuk pengembangan konsep diri yang tentunya berkaitan dengan rasa percaya diri. Dan memang sampai saat ini, tren yang diminati anak muda adalah musik dan fashion."

Mengingat pentingnya pengembangan konsep diri lewat pergaulan, maka para orang tua wajib menyadari perkembangan psikis anaknya sedini mungkin.

"Dari kecil ia harus diperhatikan, ia lebih suka menyendiri atau mudah bergaul dengan teman-temannya," tegas Ratih yang tampil segar dalam balutan dress berwarna orange.

Jika diketahui anaknya cenderung lebih suka menyendiri atau hanya ingin asyik sendiri (seperti bermain game di rumah saja tanpa ada sosialisasi), maka orang tua perlu turun tangan.

Bentuk intervensi orang tua bisa berupa "mencemplungkan" anak-anak ke dalam wadah komunitas yang aktif dan kreatif. "Pokoknya orang tua wajib mengondisikan anak-anak agar dapat diarahkan pada sebuah pergaulan yang positif, kalau perlu para orang tua yang pertama-tama saling bekerjasama untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anaknya. Bisa juga mengarahkan mereka untuk ikut POND's Make It Happen, agar kreativitas dan aktivitasnya bisa jadi inspirasi bagi remaja lainnya" paparnya. (dsm)

post by : Anisya Shinta Mawarni [07]
kelas : XI IPA 1

Remaja Muslim dan Kreativitas Tanpa Batas


Kreativitas sangat dekat hubungannya dengan proses menghasilkan sesuatu hal yang baru. Kalau menilik kata “kreativitas” maka dipastikan kata dasarnya adalah kreatif. Definisi kreatif memiliki kaitan dengan beberapa kata seperti proses berpikir, perilaku, kebiasaan, karya, dan sebagainya. Kreativitas sangat dibutuhkan dalam bidang kehidupan manusia apapun bidangnya. Orang yang memiliki kreativitas, akan lebih mudah untuk maju dan berkembang serta berhasil dalam menjalani kehidupannya.

Definisi tersebut menggambarkan bahwa kreativitas merupakan suatu proses mental yang terjadi dengan melibatkan pemikiran baru (new idea or concept) atau pembaruan kumpulan pemikiran yang sudah ada (exist) sebelumnya, di mana pemikiran tersebut bersumber dari pemahaman yang mendalam.

Apakah definisi tersebut telah mewakili pengertian kreativitas secara keseluruhan? Pada kenyataannya, hasil berbagai penelitian dan kajian yang dilakukan terus menerus dari masa ke masa menunjukkan bahwa definisi kreativitas sangat rumit dan memungkinkan adanya lebih dari satu definisi karena tidak adanya suatu alat ukur yang resmi dan menjadi standar bersama terhadap kreativitas individu.

Sementara dalam Islam, kreativitas seorang muslim harus diarahkan untuk mengekspresikan kebenaran absolut yang diyakininya, dan untuk menambah keimanan kita. Hidup seorang muslim tidak keluar dari jalan spiritualitas yang merupakan bagian dari kreativitas yang dimilikinya. Kita bisa mengatakan bahwa sesungguhnya kreativitas menjadi sifat dasar kita. Dari hal tersebut, kita mengidentifikasi berbagai tanda di alam semesta, mencoba memahami, dan merasakan keagungan Sang Pencipta serta segenap potensi di dalam diri kita.
...smile smile
… kreativitas seorang muslim harus diarahkan untuk mengekspresikan kebenaran absolut yang diyakininya, dan untuk menambah keimanan…
Namun, apa yang terjadi terkadang menghalangi kreativitas tersebut, dan hal itu membuat kita berpikir bahwa kreativitas kita tidak eksis. Apa yang harus kita lakukan adalah menciptakan ‘jalan kecil’ di dalam kesadaran kita agar kreativitas kita bisa muncul.

Sebagai muslim, kita diharuskan untuk dekat dengan ‘sisi kreatif’ berdasarkan spiritualitas kita. Kreativitas dikembangkan melalui ibadah kita; shalat, shaum, bersedekah, berdoa, mentadaburi tanda-tanda kekuasaan Allah dan makna-makna di dalam Al-Qur’an. Tatkala kita bisa menemukan tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan di alam semesta dan di dalam diri kita, maka kita dapat bergerak menuju kreativitas. Kita akan memecahkan ketakutan dan menguatkan kepercayaan diri kita.

Selanjutnya adalah mencari jalan untuk mengekspresikan semua hal itu. Banyak hal yang dapat dijadikan inspirasi kreativitas. Kreativitas orang lain bisa menjadi inspirasi buat kita. Dan yang terpenting lagi, Allah menjadi inspirasi tertinggi kita. Dialah yang telah memberi kita pemahaman dan kemampuan kepada kita untuk mengekspresikan diri kita. Sebagai manusia, kita merupakan bagian dari kreativitas Allah. Maka kita pun diharuskan untuk kreatif dan berwawasan tinggi. Banyak orang yang berharap agar mereka bisa lebih kreatif, namun tidak dapat melangkah menuju kreativitas tersebut. Betapa seringnya kita memiliki ide-ide unik dan mimpi-mimpi indah, namun tidak memiliki cara untuk mengaktualisasikan semua itu.

Ketika kita mencoba untuk mengembangkan kreativitas kita, maka seringkali dihadapkan pada jalan terjal yang penuh onak dan duri. Kita mungkin telah memancangkan tekad untuk melebarkan kreativitas kita dan mencoba beberapa hal berbeda, namun di saat yang sama, muncul dorongan untuk mengabaikan seluruh proses tersebut dan kembali ke kehidupan statis yang biasa kita jalani.
lol
…Dalam Islam, kreativitas apapun namanya, jika bertentangan dengan akidah Islam, tidak bisa ditolerir atas nama apa…
Dalam Islam, kreativitas tidak boleh keluar dari rel akidah, syariat, dan akhlak Islam. Kreativitas apa pun namanya, jika bertentangan dengan akidah Islam, tidak bisa ditolerir atas nama apapun, karena pada hakikatnya hal itu bukanlah sebuah tindakan yang terhormat. Biasanya itu sekadar sensasi dan mencari popularitas dengan melecehkan, mengolok-olok, dan mempermainkan agama. Tindakan itu bisa menyebabkan pelakunya murtad.

Dalam buku 4 Mutiara Zaman dikisahkan (Biografi Empat Imam Mazhab) dikisahkan, Imam Abu Hanifah (80-15 0H), tokoh mazhab paling rasional pernah berjalan bersama Abu Laila, seorang hakim di Kufah. Keduanya melewati para biduanita yang sedang menyanyikan lagu tak senonoh. Ketika para biduanita itu selesai menyanyi, Abu Hanifah berkata kepada mereka, “Kamu semua sungguh baik!”

Mendengar kata-kata itu, hati Abu Laila terkejut setengah mati. Lantas suatu ketika Abu Hanifah menjadi saksi bagi Abu Laila dalam suatu masalah, maka berkatalah Abu Laila, “Kesaksianmu tidak sah!” Abu Hanifah bertanya, “Kenapa?” Abi Laila menjawab, “Karena ucapanmu kepada para biduanita itu! Ucapanmu itu menunjukkan keridhaanmu terhadap kemaksiatan!” Abu Hanifah bertanya lagi, “Kapankah aku mengucapkan kalimat itu? Ketika mereka menyanyi atau ketika mereka diam?” Abi Laila menjawab, “Ketika mereka diam.” Abu Hanifah berkata, “Allahu Akbar! Sesungguhnya yang aku maksudkan dengan ucapan itu adalah bagusnya mereka ketika diam, bukan karena nyanyian itu!”

Sepenggal cerita menarik di atas menunjukkan kecerdasan Imam Abu Hanifah yang menggelitik kesadaran kita mengenai apa yang seharusnya dilakukan para seniman, penulis, dan insan kreatif lainnya dalam mengekspresikan kreativitas mereka. Untuk menjadi seorang yang kreatif tidak perlu melecehkan akidah, syariat, dan akhlak agama. Untuk menjadi orang kreatif tidak perlu membuat sensasi murahan atau kontroversi rendahan. Untuk menjadi kreatif tidak berarti menyelisihi syariat.
…remaja dan pemuda Muslim harus mengarahkan kreativitasnya dalam hal-hal yang mendatangkan pahala dan keridhaan Allah…
Maka, segenap muslim –terutama remaja dan pemudanya— diharapkan mengarahkan kreativitasnya dalam hal-hal yang mendatangkan pahala dan keridhaan Allah. Mereka memiliki andil serta kontribusi menegakkan Islam di muka bumi. Bagaimana caranya agar pemahaman agama Islam yang benar dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia, hal inilah yang harus dipikirkan. Karena para nabi dan rasul pun Allah bekali dengan kreativitas dalam rangka membumikan risalah yang mereka emban.

Pada tingkat yang paling tinggi orientasi kreativitas maupun kegiatan seorang muslim haruslah mencerminkan tujuan hidup seorang muslim yaitu beribadah kepada Allah SWT. untuk memperoleh sebuah rumah di surga kelak sehingga menjauhkan diri dari api neraka di akhirat. Inilah makna kreativitas yang diinginkan Islam dari umatnya. 

post by : Anisya Shinta Mawarni [07]
kelas : XI IPA 1

Bagaimana Cara Agar Kreatif?

Kreatif, sebuah kata sederhana namun penerapannya tidak sesederhana kedengarannya. Banyak orang yang ingin menjadi kreatif, namun tidak tahu harus memulai kreatifitas dari mana. Anak kreatif identik dengan anak cerdas. Karena biasanya anak kreatif selalu mencari sesuatu yang berbeda dari yang kebanyakan dan memberikan nilai tambah. Dunia dengan segala perubahan yang terjadi di dalamnya menuntut kita untuk senantiasa berpikir kreatif. Setiap hari kita berhadapan dengan masalah. Untuk mengatasi permasalahan inilah perlu berpikir kreatif. Nah, bagaimana caranya agar kreatif?
Langkah pertama yang bisa kita persiapkan adalah dengan membuat beberapa perencanaan ke depan. Mempunyai kemauan yang kuat dan yakin kalau kita bisa menjadi kreatif. Jangan hanya terpaku pada satu perencanaa. Hal ini dimaksudkan agar kita senantiasa berpikir lebih maju dan kritis terhadap permasalahan-permasalahan yang ada. Ketika menemukan permasalahan dalam beberapa perencanaan ini, pikiran kita akan termotivasi untuk membuat suatu pembaharuan yang menuntut kreatifitas. Di sinilah letak inti kreatifitas, dimana tergantung kepada kemauan kita dalam menginginkan hal baru.
Setelah mempersiapkan beberapa rencana ke depan, cobalah untuk melaksanakan perencanaan tersebut dengan rileks. Namun ketika Anda tidak menemukan jalan keluarnya, jangan berhenti. Teruslah menggali ide baru sampai Anda temukan ide yang pas untuk mengatasinya. Dalam kata lain, untuk mendapatkan kreatifitas kita harus melalui terlebih dahulu masalah, bukan justru menghindarinya. Dengan menghadapi permasalahan yang ada justru akan menghasilkan nilai tambah untuk diri kita.
Langkah ketiga dalam menggali kreatifitas adalah dengan belajar dari kesalahan. Jangan pernah terpuruk dalam satu kegagalan. Bukankah gagal di satu titik akan melahirkan kesuksesan di titik yang lain? Lihatlah penyebab kegagalan yang terjadi dari berbagai sudut pandang dan perbaiki.
Berpikir kreatif bukan suatu bakat, melainkan suatu yang perlu digali. Setiap orang berpotensi menjadi kreatif, tergantung kemauan, usaha dan kerja kerasnya. Seorang anak yang berumur belasan tahun kadang bisa menjadi lebih kreatif dari pada orang tuanya. Anak kreatif ditandai dengan selalu mencari cara untuk melahirkan ide yang berbeda. Dalam praktek di lapangan, anak kreatif biasanya berasal dari keluarga yang terbuka akan suatu pembaharuan, tersedia fasilitas yang dibutuhkan dan diberi kepercayaan jika mereka mampu menggali ide tersebut. Karena tidak jarang banyak orang tua yang justru meremehkan kemampuan dari si anak, sehingga kepercayaan diri si anak menjadi menurun. Orang kreatif adalah mereka yang memiliki kepercayaan diri tinggi, karena dengan kepercayaan diri yang tinggi itulah mereka semakin bisa mengembangkan ide-ide yang ada. Sudah siap untuk menjadi kreatif?

Pencarian Terpopuler:
remaja kreatif, remaja yang kreatif, KREATIFITAS REMAJA, menjadi remaja yang kreatif, cara menjadi remaja cerdas, apa yang membuat kereatifitas seseoarang remaja berbeda, remaja keratif, remaja dengan kreativitas yang berbeda, tips menjadi remaja, langkah-langkah agar menjadi kreatif.

post by : Anisya Shinta Mawarni [07]
kelas : XI IPA 1

Desain: Kamar ABG Ajang Kreativitas Remaja


  • S4G1TaRiu$ ( Post Date: 23 Apr 08 )
    Desain: Kamar ABG Ajang Kreativitas Remaja USIA remaja merupakan masa peralihan dengan pelbagai gejolak dan romansanya. Kamar biasanya menjadi ajang kreativitas mereka. Lantas, bagaimana mendesainnya? Masa peralihan membuat remaja biasanya senang bereksplorasi dalam segala hal. Salah satunya tempat tidur mereka. Di area inilah ekspresi dan emosi jiwa mereka biasanya tertuang. "Desainnya lebih ke aktivitas yang berubah. Anak remaja sudah memiliki keinginan mendesain sendiri kamar tidur mereka," ujar Anna, desainer interior dari Annahape Studio. "Keinginan remaja itu mesti didengarkan orang tua. Dalam proses renovasi atau membangun rumah baru, kerap orang tua bersikap egois." Padahal, saat remaja, anak sedang mencari jati diri. "Jika orang tua mau mendengar, kamar bisa menjadi tempat dia berekspresi dan betah di kamarnya," imbuh Anna. Hal senada juga disampaikan dr. Debby Visnki yang mempunyai putri semata wayang, Natasha. Menurut Debby, kamar putrinya didesain sesuai dengan keinginan. "Seleranya cukup bagus, dia pintar memilih lampu kristal untuk kamarnya," ujar Debby. Natasha gemar browsing di internet untuk mencari pernak-pernik kamar idamannya. Sementara itu, dengan apa yang sudah ada, Natasha membangun "kerajaan" kecil di kamarnya. Ada beberapa bentuk kamar anak sesuai dengan fungsinya. Sebuah kamar utuh ataukah bergabung dengan fungsi ruang lain seperti ruang belajar. Beberapa orang tua keukeuh untuk membedakan ruang kamar dengan belajar. Alasannya, atmosfer kamar tidak cocok untuk aktivitas belajar. "Kalau memang digabung, ada zoning, zona untuk istirahat, belajar, dan bermain," tandas Anna. Dalam satu area, diberi penanda khusus di mana remaja bisa belajar, istirahat atau bercengkerama bersama teman- temannya. Bisa dengan partisi, penggunaan karpet berbeda atau split level antararea. Area belajar pada kamar pun dibuat sesederhana mungkin. Jangan terlalu serius. Ada kemungkinan remaja memilih belajar di luar kamar, seperti bergabung di ruang kerja ayah. "Natasha sering belajar, main komputer di ruang kerja ayahnya. Dia lebih banyak di kamar kalau mau sendiri," sebut Debby. Bicara sendiri, bicara privasi. Anak remaja sudah mulai menyadari adanya privasi. Meski mungkin kamar anak remaja berada di sebelah kamar orangtua, sebaiknya connecting door dihilangkan. Pintu kamar adalah area "keramat" bagi mereka. Jangan mencoba masuk jika belum mendapat izin si empunya kamar. Hal ini dialami Herdiana, ibunda pebintang sinetron Cinta Laura Kiehl. "Kalau dahulu dia belum mau tidur kalau tidak dikeloni, sekarang berubah total. Kita masuk kamar harus ketok-ketok dahulu. Tidak bisa sembarangan," ujar Herdiana. Biarkan anak memiliki privasinya dan ruang lebih untuk menikmati hidupnya. Soal posisi kamar juga perlu direncanakan. Selain di sisi kamar orang tua, banyak juga yang mengalokasikan area tingkat menjadi kamar anak-anak. Area tingkat pun menjadi otoritas mereka dalam menjamu teman yang datang. Untuk desain interior dan pemilihan furnitur, umumnya remaja menyukai kesederhanaan dan pernak-pernik cantik. "Warna tembok atau wallpaper bisa memilih warna natural, dengan pemilihan aksen pernak-pernik lebih berwarna," sebut Anna. Seperti memilih lampu meja cantik berwarna ungu atau pink. Bantal-bantal lucu berbentuk hati atau karakter kartun favorit. Seiring meningkatnya kebutuhan remaja, sebaiknya furnitur di kamar pun agak besar. Seperti lemari pakaian, lemari TV dan audiovisualnya, juga tempat tidur. Anak remaja boleh saja tidur sendiri, tapi teman-temannya, khususnya remaja putri, kerap berbincang di tempat tidur mereka. Namun, jika tidak memungkinkan, gunakan karpet agar mereka bisa bersantai di sana. Kamar yang nyaman dapat memengaruhi kreativitas anak remaja. Berikan ruang privasi untuk mengolah bakat dan pribadinya. n OKEZONE.COM/E-2
  • post by : Anisya Shinta Mawarni [07] XI IPA 1

Mantaps! Yayasan Kampung Halaman Terima Penghargaan The 2011 National Arts and Humanities Youth Program dari Michelle Obama


Mantaps! Sebuah yayasan Indonesia yang berbasis di Yogyakarta, Kampung Halaman,  mendapat penghargaan dari Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama, berupa “2011 National Arts and Humanities Youth Program Awards”.
Penghargaan yang diberikan bagi organisasi dengan kegiatan kreatif remaja di luar jam sekolah itu, secara langsung diserahkan oleh Michelle Obama di Gedung Putih, Washington DC. Penghargaan “2011 National Arts and Humanities Youth Program Awards” dari Michelle diterima oleh wakil Kampung Halaman, M. Zamzam Fauzanafi dan Muchamad Fajar Ismail, yang didampingi oleh isteri Dubes RI untuk AS, Rosa Rai Djalal.
Menurut keterangan pers dari Kedutaan Besar RI di Washington, penghargaan bagi Kampung Halaman diberikan karena yayasan tersebut dipandang sebagai organisasi yang efektif dalam mengembangkan proses belajar dan keahlian bagi remaja melalui program yang mereka jalankan di bidang seni dan kemanusiaan.
Dalam pidato sambutannya, Michelle Obama secara khusus menyebut Kampung Halaman sebagai yayasan yang positif mendorong kreativitas remaja dalam menumbuhkan kepedulian terhadap kemiskinan dan hak-hak kaum perempun melalui produksi video pendek.
Yayasan Kampung Halaman sendiri menjadi satu-satunya lembaga di luar AS yang menerima “2011 National Arts and Humanities Youth Program Awards”. Selain Kampung Halaman, 12 lembaga lainnya yan berasal dari berbagai penjuru Amerika Serikat juga dianugerahi penghargaan yang sama oleh Ibu Negara AS.
Kampung Halaman merupakan yayasan yang memusatkan kegiatan pada pengembangan keahlian remaja dengan menggunakan media audio-visual berbasis kemasyarakatan dalam mendorong kegiatan positif remaja, antara lain pembelajaran dan produksi video-video yang bertemakan kemanusian maupun masalah sosial-pendidikan.
Source : AntaraNews

post by : Anisya Shinta Mawarni [07]
Kelas : XI IPA 1

Sanggar Kreativitas Anak dan Remaja0 comments

By admin
Dipublikasikan pada Selasa, 11 Oktober 2011 | 12:30
Pesantren Media membuka kesempatan kepada para para orang tua yang memiliki anak dan remaja untuk bergabung bersama kami dalam program pembinaan kreativitas seni yang kami beri nama “SANGGAR KREATIVITAS ANAK DAN REMAJA” (SANGKAR)
Anak dan remaja yang bergabung dalam SANGKAR akan dibina dan dididik menjadi pribadi yang memiliki keterampilan seni olah vokal dan memainkan alat musik. Dibimbing langsung oleh instruktur yang berpengalaman di bidangnya.
Di bawah ini kami sertakan Program Kreativitas Seni yang digelar  Sanggar Kreativitas Anak dan Remaja:
===
Tujuan
Mengarahkan anak & remaja pada kreativitas seni yang Islami
Target
 Anak-anak dan para remaja mendapatkan alternatif lagu-lagu yang islami.
  1. Terbentuk Orchestra anak dan remaja
  2. Dalam tahap lanjutan, anak-anak dan remaja mampu membawakan operet Islami

Peserta
Anak-anak: Balita, TK dan SD
Remaja: SMP, SMA, Perguruan Tinggi, dan putus sekolah

Penyelenggara
Sanggar Kreativitas Anak dan Remaja diselenggarakan oleh Pesantren Media. Pesantren Media membuatkan lagu-lagu yang Islami dan menyediakan tenaga pengajarnya. Peserta mendaftar di Pesantren Media, Jl. Seruni No. 3 Laladon Permai, telp. 0251-8630166.

Pengajar

  1. Dedy Arif Fasihin (Guru Olah Vocal dan Instrumen Musik di Purwacaraka dan Yamaha).
  2. Lucky (Mantan Guru Drum di Purwacaraka)

Bentuk

  1. Olah vocal
  2. Belajar alat musik. Alat musik dibawa sendiri oleh peserta
  3. Belajar puisi, drama, olah gerak.
  4. Konser Musik

Waktu
Setiap Ahad sore jam 14.00-17.00 (Break Shalat Ashar). Sanggar dimulai tanggal 16 Oktober 20011. Konser Musik tiap bulan mulai bulan ke-2. Pendaftaran terakhir tanggal 14 Oktober 2011.

Tempat
Pendopo Lapangan Komplek Laladon Permai.

Biaya
Kontribusi Peserta Olah Vocal dan Instrumen Musik Rp 40.000/ bulan. Adapun peserta puisi, drama, dan olah gerak tidak dipungut biaya alias gratis.
===


post by : Anisya Shinta Mawarni [07]
kelas : XI IPA 1